Review Buku Atomic Habits
Kebiasaan Kecil untuk Perubahan Besar
Ruang Resensi | Adalah seorang laki-laki terhantam tongkat pemukul bisbol tepat di antara kedua matanya, sehingga batang hidungnya berubah menjadi huruf U. Dia langsung dilarikan ke klinik sekolah, tapi cederanya sangat parah. Dia diangkut ambulan ke rumah sakit terdekat, tapi sekali lagi, cedera itu sangat parah. Tubuhnya kejang dan nafasnya sama sekali hilang.
Kejadian itu mengubah kehidupan lelaki tersebut 180 derajat. Dia pulang dalam keadaan hidung patah, belasan fraktur di wajah, dan mata kiri yang nyaris lepas. (h. 4)
Berbulan-bulan setelahnya, si lelaki hidup dalam pesakitan. Semuanya terasa berat dan membutuhkan perjuangan. Setahun berlalu, rasa percaya dirinya berada di titik nadir terendah.
Walau demikian, dia masih berusaha untuk bangkit, karena dia percaya, dialah yang paling betanggung jawab terhadap hidupnya.
Titik perubahan itu datang dua tahun setelahnya, ketika dia memutuskan masuk ke Denison University.
Dia mulai membangun kebiasaan-kebiasaan kecil. Disaat orang lain begadang & bermain video game, dia memutuskan tidur lebih awal. Disaat orang lain hidup jorok dan berantakan, dia memutuskan hidup bersih dan rapi. Rupanya, kebiasaan-kebiasaan ini berimbas pada gaya hidup yang lebih baik. Sehingga secara perlahan dia mulai mendapatkan pencapaian-pencapaian besar.
"Dalam jangka panjang, kualitas hidup kita sering kali bergantung pada kualitas kebiasaan. Dengan kebiasaan yang sama, Anda mendapatkan hasil yang serupa. Namun, dengan kebiasaan yang lebih baik, apa pun menjadi mungkin," begitu ucapnya.
Lelaki itu kemudian bercerita tentang sebuah kekuatan dahsyat bernama Atomic Habits dan menuangkannya dalam sebuah buku. Kekuatan yang seolah tak terlihat, tapi memiliki potensi yang luar biasa.
Untuk menguatkan hujjahnya, si lelaki menggulirkan kisah tim balap sepeda profesional Britania Raya yang bernama British Cycling. Tim balap sepeda ini mengalami kemunduran yang luar biasa. Dalam kurun waktu 110 tahun, mereka belum pernah memenangkan lomba Tour de France. Bahkan, karena saking minimnya prestasi, pabrik sepeda di Eropa tidak mau menjual sepeda kepada mereka.
Kemudian, keterpurukan itu mulai terkikis ketika Dave Brailsford direkrut sebagai direktur. Dengan strategi yang ia sebut pengumpulan perolehan kecil, Brailsford mulai melakukan peningkatan-peningkatan kecil di dalam timnya. Mulai dari perancangan ulang jok sepeda, memakai celana pendek dengan pemanas listrik, penggunaan kostum balap indor, sampai pada pengujian gel pijat yang paling efektif untuk pemulihan otot.
Perbaikan-perbaikan kecil yang terus terakumulasi itu rupanya tidak mengecewakan. Lima tahun setelahnya, tim British Cycling mendominasi juara di ajang Olimpiade 2008 di Beijing. Di tahun yang sama, mereka memenangkan Tour de France. Bahkan, sampai 5 tahun berturut turut. Dalam rentang 10 tahun, mereka berhasil menyabet 178 kejuaraan dunia, 66 medali emas Olimpiade dan 5 kemenangan Tour de France. Sungguh prestasi yang gemilang.
Inilah bukti dari kedahsyatan Atomic Habits. Lelaki itu tidak bicara omong kosong. Perbaikan 1% mungkin tak terasa, tapi dalam jangka panjang itu akan sangat bermakna. (H. 20)
"Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup," tegasnya.
"Dengan menabung sedikit uang, Anda memang tidak langsung menjadi jutawan. Rajin ke tempat olahraga 3 hari berturut-turut tidak akan mengubah bentuk tubuh secara langsung. Belajar bahasa mandarin selama 4 jam sehari tidak membuat Anda menguasainya. Tapi, upaya-upaya kecil itu akan dilipatgandakan oleh waktu," tambahnya untuk meyakinkan.
Lelaki itu kemudian berusaha menyadarkan orang-orang bahwa kebiasaan haruslah berbasis pada identitas bukan berfokus pada hasil.
Jikalau seseorang melakukan kebiasaan untuk mengejar hasil, maka ketika hasil tercapai, sangat mungkin dia meninggalkan kebiasaannya. Sedang jika kebiasaan itu menjadi identitas, maka dia menjadi sosok atau karakter itu.
"Atomic Habits memiliki empat kunci utama," ucap lelaki itu dengan setengah berbisik.
Kunci pertama; Menjadikan kebiasaan terlihat.
Anda harus memiliki daftar kebiasaan sehari-hari, kemudian dari seluruh kebiasaan itu silakan menyortirnya. Mana kebiasaan yang baik dan mana kebiasaan yang buruk. Bila terasa sulit, maka ajukan pertanyaan, apakah kebiasaan itu membawa Anda menjadi tipe yang diinginkan atau sebaliknya. Bila tidak, maka harus segera ditinggalkan.
"Sebenarnya tidak ada kebiasaan baik atau buruk," ucapnya, "Yang ada, kebiasaan efektif dan tidak efektif. Karena kebiasaan yang dianggap buruk itu, terkadang baik pada situasi tertentu."
Setelah kebiasaan-kebiasaan buruk dibuang, selanjutnya menanam kebiasaan baru. Caranya dengan menentukan 3 poin sederhana.
Kata kerja + Waktu + Lokasi
Misal:
Olahraga: Aku akan mulai berolahraga setiap jam pada pukul 4 sore di depan rumah.
Belajar: Aku akan belajar bahasa Arab pukul 8 malam di kamar.
Untuk menumpuk kebiasaan yang telah ada dengan kebiasaan baru, gunakanlah rumus:
Setelah (kebiasaan sekarang) aku akan (kebiasaan baru).
Misal:
- Olahraga: Setelah melepas sepatu kerja, aku akan berganti baju olahraga.
- Meditasi: Setelah menyeduh kopi aku akan bermeditasi selama satu menit.
Lingkungan dan konteks juga menjadi bagian yang mendukung kunci pertama. Kadang kebiasaan tidak terlaksana karena tidak didukung oleh lingkungan dan konteks yang sesuai.
"Adapun kunci yang kedua; Menjadikan kebiasaan itu menarik." Lelaki itu dengan senang hati memberitahukannya.
Caranya dengan memasangkan aksi yang Anda inginkan dengan yang anda butuhkan.
Contohnya:
Setelah berolahraga (keinginan) aku akan minum air putih (kebutuhan).
Rumus: Kebiasaan sekarang (kebiasaan yang aku inginkan) + kebiasaan yang aku perlukan
Kemudian, si lelaki berkisah tentang seseorang pria bernama Laszlo Polgar yang memiliki mantra bahwa "seorang genius tidak dilahirkan melainkan hasil dari pendidikan dan pelatihan."
Untuk membutikan gagasan ini, dia mengujinya pada anak-anaknya. Catur adalah bidang yang dipilihnya.
Anak-anaknya belajar di rumah dengan segala hal yang berkaitan dengan catur. Mulai dari buku-buku hingga gambar-gambar pemain catur terkenal yang ditempel di dinding. Setelah dididik dan dilatih secara telaten sampai pada tingkat menjadikan catur di atas segalanya, tercatatlah anak-anaknya sebagai juara-juara dunia dan menjadi grandmaster.
Ini adalah bukti, kebiasaan yang ditumpuk secara terus menerus akan mendatangkan hasil yang luar biasa.
Kemudian lelaki ini mengatakan, bahwasanya kebiasaan biasanya ditiru dari tiga kelompok.
Pertama, orang yang akrab.
Seperti orang tua, pasangan, teman, hingga rekan kerja di sekelilingnya.
Kedua, orang banyak.
Manusia cenderung ingin menyesuaikan diri. Ada kalanya kebiasaan itu terllihat menarik karena dilakukan oleh banyak orang. Bahkan, kadang bertentangan dengan keinginannya.
Ketiga, orang yang berkuasa.
Manusia berusaha mengejar kekuasaan, kehormatan, dan status. Maka mereka meniru orang-orang yang telah memperolehnya dan mengikuti jalannya.
Untuk kunci ketiga dan keempat, lelaki ini meninggalkannya dalam bukunya yang terkenal, Atomic Habits. Siapa pun yang ingin memperoleh rahasianya secara utuh, haruslah memilikinya.
Kelebihan dan Kekurangan Atomic Habits
Atomic Habits datang dengan sebuah gagasan sederhana, tapi memiliki tujuan yang besar. Bercerita tentang buku ini, tentu tidak lepas dari keinginan si lelaki yang berharap agar semua orang menyadari, bahwa hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten akan memiliki dampak dahsyat di masa depan.
Atomic Habits ibarat sebuah peta yang akan mengantarkan pada tujuan; membangun kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk. Bahasanya praktis dan ringan, memiliki langkah-langkah yang jelas dan mudah diterapkan. Selain itu, setiap gagasan didukung dengan penelitian dan bukti, bukan hanya sekadar omong kosong motivasi.
Ada banyak kisah inspiratif adalam Atomic Habits, mulai dari para atlet yang menjuarai dunia, orang biasa yang mencapai impian besarnya, hingga pemain catur yang menjadi grandmaster dan terkenal dengan keahliannya. Hal tersebut menjadi bukti, bahwa perubahan kecil itu nyata, dan siapa pun bisa melakukannya.
Si penulis juga melengkapi setiap akhir bab dengan ringkasan, sehingga memudahkan untuk menarik kesimpulan dan mereview kembali poin-poin sebelumnya.
Akan tetapi, Atomic Habits juga memiliki beberapa catatan kecil. Beberapa ide dalam buku ini sering diulang-ulang. Seolah mendengar satu cerita yang sama, diceritakan dengan cara berbeda. Bagi sebagian orang, ini mungkin membuatnya lebih mudah diingat. Tapi bagi yang lain, ini bisa terasa membosankan.
Buku ini juga lebih cocok untuk membantu mengubah kebiasaan sehari-hari. Bila dijjadikan solusi bagi masalah yang lebih kompleks, seperti trauma mendalam atau konflik batin yang berat, buku ini mungkin takkan cukup membantu.
Pada akhirnya, Atomic Habits adalah buku yang luar biasa. Ia mengajarkan bahwa perubahan besar tidak datang dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsistensi. Jadi, jika ingin mulai memperbaiki hidup sedikit demi sedikit dan mengubah kebiasaan, selayaknya buku ini menjadi pilihan.
Bagaimana, tertarik untuk membacanya?
Quotes Atomic Habits
Dengan kebiasaan yang sama, Anda akan mendapatkan hail yang serupa. Namun, dengan kebiasaan yang lebih baik, apa pun menjadi mungkin. (h. 8)
Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup. (h. 21)
Tak penting seberapa sukses atau seberapa gagal Anda saat ini. Yang penting apakah kebiasaan-kebiasan Anda menempatkan Anda pada jalur kesuksesan atau tidak. (h. 21)
Lingkungan sama seperti tangan yang tak terlihat yang membentuk perilaku manusia. (h. 95)
Perubahan kecil pada apa yang Anda lihat dapat mengantar ke perubahan besar pada apa yang Anda lakukan. (h. 97)
Identitas Buku:
Demikian review buku Atomic Habits James Clear. Semoga bermanfaat.
Tertarik membaca review yang lain? Review Buku Bicara Itu Ada Seninya Oh Su Hyang
Buku bergizi. Banyak insight yg didapat dari buku ini ya, Kak. Nice review ✨
BalasHapusMakasih Kak Juwi sudah mampir...
Hapus"Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup".
BalasHapusNasihat yang baguss untuk motivasi diri 😁. Terima kasih untuk reviewnya Kak
Terima kasih, Kak Reka.
Hapus